Minggu, 18 Desember 2011

3 hal yang mebuat celaka


3 hal yang membuat celaka
Surat Yudas adalah kitab  paling pendek didalam Alkitab yang hanya terdiri dari 1 pasal saja berisikan 25 ayat saja.  Ayat 1 dikatakan Yudas, hambanya Yesus kristus dan saudara Yakobus, sebenarnya Yudas dan Yakobus adalah saudara tiri dari Tuhan Yesus. Dikatakan lebih lanjut Yudas terpanggil dalam pelayanan dan  hidupnya dipelihara untuk Yesus kristus.
Saudara yang kekasih di dalam Yesus, kalau kitab Yakobus berisikan bagaimana kita bertumbuh didalam iman, maka kitab Yudas,   dapat kita baca di ayat 3 :
Saudara-saudaraku yang kekasih, sementara aku bersungguh-sungguh berusaha menulis kepada kamu tentang keselamtan kita bersama, aku merasa terdorong untuk menuliskan ini kepada kamu dan menasihati kamu, supaya kamu tetap berjuang untuk mempertahankan iman yang telah disampaikan kepada orang-orang kudus
Ada Kata  yang tertulis :Supaya kamu tetap berjuang untuk mempertahankan iman, ini berarti surat Yudas, saudara Yakobus berisikan bagaimana bertahan dari iman yag sudah bertumbuh tersebut.  Bertahan dari apa ?
Sebab ternyata ada orang tertentu yang telah masuk menyelusup di tengag-tengah kamu, yaitu orang-orang yang telah lama ditentukan untuk dihukum. Mereka adalah orang-orang yang fasik, yang menyalahgunakan kasih karunia Allah kita untuk melampiaskan hawa nafsu mereka, dan yang menyangkal satu-satunya penguasa dan Tuhan kita, Yesus kristus (Yudas 1:4)
Ternyata, saudara yang dikasihi Tuhan, dikatakan bertahan terhadap orang-orang tertentu yang sengaja menyelusup ditengah-tengah jemaat.  Lebih lanjut dikatakan penyelusup itu adalah orang-orang fasik.
Celakalah orang fasik! Malapetaka akan menimpanya sebab mereka akan diperlakukan menurut perbuatannya sendiri (Yesaya 3:11)
Dikatakan dengan jelas orang fasik akan mendapatkan malapetaka, sesuai dengan perbuatannya, jadi orang fasik adalah orang yang celaka.
Di kitab Yudas, ada 3 hal yang haris kita waspadai dari orang fasik,  jika kita tidak waspada kita akan disebut orang yang celaka.
Celakalah mereka, karena mereka mengikuti jalan yang ditempuh Kain dan karena mereka, oleh sebab upah, menceburkan diri ke dalam kesesatan Bileam, dab mereka binasa karena kedurhakaan seperti Korah (Yudas 1:11)
Disini ada tiga hal yang membuat kita bisa celaka seperti orang fasik :
1.    Mengikuti jalan yang ditempuh Kain.
2.    Upah karena kesesatan Bileam.
3.    Binasa karean keduharkaan Korah
Saudara yang dikasihi Tuhan untuk mengetahui ketiga hal yang baru kita sebut tadi, maka kita harus mengenal dulu siapakah,  Kain, Bileam, Korah dn apa yang dilakukananya.
Yang  pertama, mengikuti jalan Kain.
Kain adalah anak yang pertama lahir didunia dari manusia yang pertama di dunia. Ceritera Kain terdapat di Kejadian pasal 4. Ayat 3 katakan, setelah beberapa waktu lamanya, kain mempersembahkan korban persembahan, seterusnya ayat 4 katakan, Habel juga mempersembahkan korban persembahan dari anak sulung kambing dombanya. Mungkinkah karena Kain mempersembahkan persembahan setelah selang beberapa waktu ia bertani, entah hasil yang kedua atau ke sekian kalinya, sedangkan Habel adiknya, mempersembahkan korban persembahan dari hasil yang pertama, dari anak sulung, sehingga korban persembahan Kain tidak diindahkan Tuhan,  hal itu tidak terlalu menjadi fokos kita.  Lebih lanjut dikatakan
Tetapi Kain dan Korban persembahannya tidak diindahkan-Nya, lalu hati Kain menjadi sangat panas  dan mukanya muram (Kejadian 4:5)
Dikatakan hatinya sangat panas, bukan panas saja, dan mukanya muram, muka muram adalah muka yang sedih. Tapi ayat selanjutnya, sebenarnya Tuhan sudah menasehati Kain bahwa dosa sudah mengintip, bahkan Tuhan memperingatkan kain, untuk Kain bekuasa atas amarahnya, atas panas hatinya.
Kain tidak mengindahkan nasehat  dan peringatan Tuhan, malah Kain melampiaskan kemarahannya dengan membunuh adiknya, maka setelah diketahui oleh Tuhan, bahwa darah Habel berteriak dari tanah yang berarti Habel sudah mati dibunuh Kain, maka terjadilah :
Maka sekarang, terkutuklah engkau, terbuang jauh dari tanah yang mengangakan mulutnya untuk menerima darah adikmu itu dari tanganmu. Apabila engkau menguasahakan tahah itu tidak akan memberikan hasil sepenuhnya lagi kepadamu; engkau menjadi seorang pelarian dan pengembara di bumi. (Kejadian 4:11-12)
Saudara yang kekasih didalam Tuhan, dari ceritera ini, kita dapat simpulkan jalan yang ditempuh Kain ialah Hidup sebagai pembunuh dan hidup sebagai pelarian, pengembara di bumi ini.
Inilah dua hal yang jangan kita ikuti,  pembunuh dan pengembara, Mungkin sebagian kita bertanya, saya bukan seorang pembunuh, saya tidak pernah membunuh,  benar, mungkin kita bukan pembunuh seperti Kain yang dengan jelas membunuh adiknya Habel karena iri hati, tapi ketika kita menghancurkan masa depan orang lain karena iri, menghambat semangat orang, menghalangi karier teman-teman kita, mematikan usaha orang lain karena iri dalam persainagn, itu juga namanya kita sudah membunuh secara rohani.  Terus kita berkata lagi, saya tidak hidup sebagai pelarian, saya sudah menetap diam disuatu daerah, lingkungan yang baik, hal itu benar, tapi yang dimadsud pelarian disini adalah secara rohani juga, maksunya kita jangan seperti pelarian, jika kita sudah beribadah disini, tetaplah terus beribadah disini, jangan diajak kesana mau, kesini ok, kesitu yes, hidup kita harus tertanam di gereja lokal supaya kita diberkati.   Sebagai contah misalnya sebatang pohon buah-buahan,namamnya dipindah-pindah, mungkinkah akan berbuah ? tidak, malahan akan mati, tetapi jika ditanam disuatu tempat yang tetap dan tepat maka akan menghasilkan buah,  bukankah Tuhan menginginkan buah didalam kehidupan rohani kita. Jadi hasilkanlah buah dari pertobatanmu.    Saudara inilah dua hal yang bisa kita ambil dari kehidupan Kain.  Jangan ikuti jalan yang ditempuh Kain, jika kita ikuti maka kita akan celaka.

 Yang kedua,  Upah kesesatan Bileam
Ceritera tentang Bileam dapat kita temukan di kitab Bilangan 22 -24.  Cukup panjang kalau kit abaca, nanti kit abaca di rumah saja. akan saya ceriterakan saja.
Bileam adalah seorang nabi, yang perkataannya pahit (kalau di daerah kita ada ceritera si pahit lidah)  jadi jika Bileam mengatakan berka kepada seseorang, maka orang itu akan mendapat berkat, tetapi apabila ia mengatakan kutuk maka orang yang dikatakannya akan menerima kutuk.  Diceriterakan Balak, orang Moab mengirim utusan dan hadiah supaya nabi Bileam mengutuki orang Israel, karena apabila orang Israel dikutuk maka bangsa itu dapat dengan mudah dikalahkan, tetapi Bileam tidak langsung menerima permitaan Balak, Bileam menanyakan dulu hal itu kepada Tuhan, Tuhan menjawab jangan, sebab bangsa itu sudah Aku berkati,   Saudara yang kekasih didalam Tuhan, untuk kedua kalinya balak, mengirim lagi utusan yang lebih banyak dengan orang-orang yang lebih ternama plus hadiah yang lebih besar. Tapi apa kata Bileam ?
Tetapi Bileam menjawab kepada pengawai-pegawai Balak : sekalipun Balak memberikan kepadaku emas perak seistana penuh, aku tidak akan sanggup berbuat sesuatu yang kecil atau yang besar, yang melanggar titah Tuhan, Allahku.
Oleh sebab itu, baiklah kamu pun tinggal disini pada malam ini, supaya aku tahu, apakah pula yang difirmankan  Tuhan kepadaku ? (Bilangan 22:18-19)
Dari dua ayat jawaban Bileam, dapatlah dirasakan Bileam seolah-olah masih mengharapkan kalau-kalau Tuhan berubah pikiran, walaupun ia jelas tahu bahwa Tuhan tidak memperbolehkannya mengutus bangsa Israel, pasti dong Israel adalah bangsa pilihan Tuhan.    Dan hal raja Balak mengirim utusan pun kita dapat menangkap pikiran raja Balak, mengira Bileam dapat disogok, maka nya sampai dua kali Balak mengirim utusan, Bileam menyuruh utusan Balak menginap di rumah nya juga dapat kita rasakan Bileam masih ada mengharapkan upah, maka jelas kitab Yudas katakan upah kesesatan Bileam.  
Jadi saudara yang dikasihi Tuhan, jangan harapkan upah, jika Tuhan katakan tidak  biarlah orang luar sana yakin akan kepribadian kita, kita berbeda dengan mereka, kita adalah orang yang tidak dapat dipengaruhi oleh hal-hal yang jelek, orang mengenal kita sebagai orang percaya yang tulus dan murni hatinya. Sehingga terang yang ada pada kita bisa terpancar dan menerangi kehidupan mereka. Mereka merasakan dan yakin kita orang yang berbeda, orang yang punya Tuhan. Ada amien saudara yang dikasihi Tuhan.
Yang terakhir, Binasa karena kedurhakaan Korah
Mengenail Korah dapat kita baca di kitab bilangan pasal 16.
Korah bin Yizhar bin Kehat bin Lewi, beserta Datan dan Abiram, anak-anak Eliab dan On bin Pelet, ketiganya orang Ruben, mengajak orang-orang untuk memberontak melawan Musa, beserta dua ratus lima puluh orang Israel, yaitu orang-orang yang dipilih oleh rapat, semuanya orang-orang yang kenamaan (Bilangan 16:1-2)
Dikatakan Korah yang ada tiga bin nya, mengajak dua teman karibnya dan 250 para pemimpin (orang kenamaan) rapat untuk memberontak kepada Musa yang pada waktu itu adalah pimpinan yang sah.
Ada kata “Mengajak” artinya memimpin, mempegaruhi, memulai,  jadi keduhakaan Korah adalah memimpin dan mengajak orang lain untuk memberontak.    kita jangan menjadi pemberontak, bukan berarti sama dengan Korah, jelas memberontak secara fisik, tapi seperti Korah, menyerupai Korah, memberontak secara rohani,  jika kita mendapat perintah dari atasan, kita tidak kerjakan itu namanya kita adalah pemberontak juga,  ada juga yang namanya memberontak kepada Tuhan , misalnya kita menghalang-halangi teman kita yang mau berdoa, menghambat pertumbuhan rohani teman kita, menyuruh berpikir orang yang sudah mau di baptis itu pun saya rasa adalah memberontak kepada Tuhan. 
Contoh, saya diperintah oleh gembala rayon untuk merintis Bukit, supaya ada gereja dan saya mau diberi tanggung jawab sebagai gembala disana, selang beberapa lama perintah tersebut tidak saya jalankan karena memang saya belum ada mampuan kesitu.walaupun sudah saya ya kan,  ada yang mengatakan saya sebagai pemberontak yang manis, karena saya memang belum mencoba, jika mau mencoba pasti ada jalan, karena Tuhan bukan saja memakai orang yang siap saja terlebih Tuhan memakai orang yang mau, pada akhirnya berdirilah GBI Bukit kasih
Jadi Saudara yang dikasihi Tuhan, ketiga hal yang sudah kita shringkan ini janganlah kita lakukan didalam hidup kita, waspadailah ketiga hal ini, supaya kita jangan mendapat celaka, Kiranya Firman Tuhan kali ini dapat menjadi berkat untuk kita semua. Amen….

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar